Nasional
29-09-2016  09:55
Waspada, Penipuan Lewat Medsos Kembali Merebak
Penipuan di Akun BBM
JOGYAKARTA, BP - Penipuan lewat medsos seperti BBM kembali terjadi, namun kali ini yang melakukan penipuan adalah orang-orang terampil, atau para hacker yang biasa membobol akun orang lain sebagai senjata untuk menarik perhatian para korban dengan menggunakan akun milik teman para calon korban.
Berdasarkan informasi yang didapatkan Baubau Post dari salah seorang korban asal Yogyakarta yang identitasnya tidak ingin dipublikasikan mengatakan, penipuan berawal ketika korban meneriman pesan melalui BBM dari temannya, dengan menyampaikan rasa terimakasih atas smartphone yang dibeli secara online dan telah dikirim oleh salah satu pihak.

"Awalnya saya terima BBM dari temanku, dia promosi kurang lebih begini, "Makasih mbak novita atas kiriman barangnya sudah sampai, seperti janji saya akan promosikn pin BBM-nya". Nah, setelah itu saya BBM temanku saya tanya kamu beli hp apa? Katanya iphone dia jawab singkat. Saya penasaran jadi saya invite karena teman saya sudah beli jadi saya pikir itu bukan penipuan," jelas korban.

Dikatakan berdasarkan pengakuan korban kepada Baubau Post melalui pesan instan, korban kerap melihat akun teman korban mempromosikan harga smartphone murah. Dan beberapa hari kemudian teman kampus korban ingin membeli sebuah smartphone, sehingga korban menawarkan pada teman kampus korban untuk memesan smartphone melalui akun yang menyebar informasi jual beli handphone murah tersebut.

"Saya selalu lhiat tiap hari dia promosi Hp murah, selang tiga minggu teman kampusku mau cari hp jadi saya tawarkan coba invite BBM-nya. Tapi dia tidak mau jadi dia suruh saya yang atur. Nah kebetulan ada promosi hp seperti ini, "Lirik DP aku sist/gan - Promo cuci gudang.. iphone 5s 16GB Rp 1.500.000 setiap pembelian dapat bonus samsung galaxy grand 2. Saya tanya katanya stock tinngal 1 unit," katanya.

Dilanjutkan, setelah memesan korban kerap dimintai untuk segera mengirim sejumlah uang sesuai harga smarphone yang telah disepakati, dengan alasan agar pengriman barang segera dilakukan.

"Dia BBM terus di hpku, kapan dikirim uangnya supaya langsung diproses. Awalnya disuruh isi dulu data nama alamat dll, pada saat itu karena temanku uangnya terlambat ditransfer jadi saya bilang sama penjual hp online besok baru ditransfer, tapi dia tanya terus kapan dan jam berapa jangan lupa struk nya di foto," paparnya.

Namun, setelah uang ditarnsfer kerekening milik pelaku, korban mendapat jawaban lain dari akun tersebut, dan harus menghadapi beragam pertanyaan dengan urusan yang berbelit-belit. Bahkan, pelaku kembali dimintai uang kurang lebih Rp 2 juta.

"Setelah uangnya ditransfer dia lngsung BBM lagi seperti ini, "Iya mas, staf pimpinan kami telfon anda guna menjelaskan tatacara pengambilan nomor resi barang pesanan anda". Ternyata betul dia telpon, nomornya ini yang mengaku staf pimpinan namanya Riko (+6282347081234). Dia bilang sebelum barangnya dikirim harus ada pembuatan member standar internasional yang katanya barang ori (asli) supaya tidak ada masalah sama bea cukai. Jadi dia minta lagi uang Rp 1,7 juta ditransfr sekarang tapi tunggu saja didepan ATM, uangnya akan kembali ditransfr disitu," paparnya.

mendengar hal itu, korban sempat berargumen pada pelaku dengan nada tegas, karena menganggap permintaan tersebut adalah penipuan dan pemerasan yang dilakukan pelaku terhadap dirinya. Kemudian korban langsung menelpon temannya yang mempromosikan penjualan tersebut, namun korban mendapat jawaban mengagetkan, dikarenakan teman korban mengatakan bahwa akun BBM-nya telah di hacker atau dibobol oleh orang lain.

"Saya marah kenapa tidak bilang dari awal, katanya fokus cari uang Rp 1,7 juta jangan pikir yang macam-macam. Terus saya salahkan itu orang, akhirnya saya langsung telpon temanku, tapi temanku minta maaf, karena ternyata yang promosikan BBM-nya karena di hack (dibobol). Entah bagaimana itu orang dia tau ID BBM-nya temanku," katanya lagi.

"Nah disitu langsung saya marah, saya telpon dan saya BBM orang itu supaya dikembalikan uangnya. tapi dia bilang harus ke toko bawa bukti pembayaran dan materai 6000. Saya coba BBM penjual hp itu karena saya tidak enak sama teman jadi saya bertanggung jawab juga. Dia kirim alamat tokonya Jl Kompleks Pertokoan Udayana Cakranegara Mataram, Nusa Tenggara Barat, 83121 Indonesia. Outlet: Jl Pejanggik Blok B No 40, RT 003/007. Kompleks Aphm Cilinaya Mataram. Saya sempat bilang apa jaminannya kalau saya transfer Rp 1,7 juta akan kembali dan saya bisa minta foto KTP-nya, ternyata dia kirim KTP-nya seperti di DP-ku. Saya sudah terlanjur tidak percaya kalau memang benar kenapa dia menghacker ID temanku terus dia promosi kalo temanku sudah habis beli hp di Erafhone.
Yang herannya BBM dan nomor telponnya masih aktif dan tiap hari promosi, setiap saya BBM mereka cuman balas "Maksudnya???". Setiap saya telpon namanya pak Riko cuman bilang kalau mau uang kembali datang ke toko. Saya tanya kakak senior saya di kampus soal alamat itu, katanya memang disana pusat toko elektronik, tapi Erafone tidak punya sistem seperti itu apalgi harus dipaksa buat member card. Smpai Sekarang saya trus BBM spya uangnya di kembalikan. Yang ada BBM-ku cuman di Read (baca) sja. Bagus modus penipuannya, BNI, No Rek: 0353828078, A/N: RENI KASIM, ini nomornya: +6282394869219. Kalau yang nama Riko mengaku sebagai staf pimpinan," tambahnya.

Korban beranggapan, pelaku melakukan banyak kesalahan, diantaranya penipuan, pemerasan, dan pencemaran nama baik..

"Banyak kesalahannya itu orang, dia bawa-bawa nama Erafhone, kemudian penipuan, dan hacker BBM orang untuk promosi," tandasnya.

Peliput: La Ode Adrian/Heri Darmanto
Telah dibaca 686 kali
Berita Terkait
Advertisement