Muna
07-02-2019  17:25
Dinkes Muna Diduga Pungli Dana Kapitasi
Dialog Plt. Kadis Kesehatan dengan para pendemo.
RAHA, TRIBUN BUTON

DINKES Kabupaten Muna diduga melakukan Pungli atas pembayaran dana BPJS kapitasi maupun dana insentif para tenaga honorer di Puskesmas Katobu maupun dibeberapa Puskesmas di Kabupaten Muna.

Puluhan Honorer yang bertugas di Puskesmas di dalam Kota maupun luar kota mendatangi kantor Dinkes, Kamis 7 Januari 2019. Dalam Orasinya, penggunaan anggaran BPJS kapitasi banyak terdapat penyalahgunaan anggaran hingga melakukan pemotongan.

"Ini aneh waktu bulan 1 hingga bulan 3 tahun 2018 perna tanda tangan untuk proses pencairan dana kapitasi, per bulan 330.000,- dan totalnya per 3 bulan sebanyak 990.000,- Namun saat pencairan hanya diberikan 100.000," jelas Indra Paranisa salah satu honorer di Puskesmas Katobu.

Dijelaskan, honorer disuruh Kadis yang diteruskan di Seluruh Puskesmas se-Kabupaten Muna untuk membuat surat pernyataan menjadi tenaga suka rela. Surat tersebut ditandatangani di atas materai 6.000 dan pengakuan tidak keberatan haknya selama menjadi tenaga medis di Puskesmas Katobu dipotong oleh pihak Kapus.

"Alasan dipotong dana kapitasi waktu itu katanya untuk bagiannya Kapus maupun pihak Dinkes, sementara keberatan kami selama 9 bulan mulai april sampai desember tahun 2018 dana kapitasi belum dibayarkan, ini anggarannya dibawah dimana,"Ungkap Keterwakilan kaum perempuan di hadapan kepala Dinas dan Kepala Puskesmas Katobu.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Hasdiman Maani, mengungkapkan di Kabupaten Muna yang bertugas sebagai tenaga kesehatan secara suka rela dari 27 puskesmas se-kabupaten Muna terdapat 1.356. Pihaknya dalam melakukan pembenahan data tenaga suka rela di seluruh puskesmas dengan tujuan untuk membuat surat pernyataan menjadi tenaga suka rela.

"Persoalan diarahkan untuk membuat surat pernyataan menjadi tenaga suka rela yang ditempatkan di seluruh Puskesmas, kami (Dinkes) hanya meneruskan apa yang telah dilakukan mantan kepala dinas sebelum (Rimba Sua)," ucapnya.

Sementara itu Hasdiman menegaskan terkait dana kapitasi yang tidak diberikan pada beberapa tenaga suka yang bertugas di Puskesmas Katobu pembayarannya berdasarkan petunjuk teknis. "Dana kapitasi dalam juknisnya memang tidak diberikan untuk tenaga suka rela namun hanya diberikan pada tenaga medis yang berstatus PNS namun kalau di puskesmas lain dapat diberikan dana kapitasinya merupakan kebijakan dari Kapusnya," tegasnya.(MN)

EDITOR: YUHANDRI HARDIMAN
Telah dibaca 142 kali
Berita Terkait
Advertisement