Nasional
28-03-2019  11:22
DPRD Lampng Terobos Kedua Di Indonesa
BANDARLAMPUNG,TRIBUN BUTON
(27/3/2019) Pernah numpang lewat ke DPRD Lampung dalam bulan-bulan terakhir? Suasana di sana relatif sepi dan nyaris seperti tidak ada aktivitas, jika tidak ada sidang paripurna, unjuk rasa, atau pengungsi tsunami.

Terakhir, saat rapat paripurna istimewa DPRD Lampung 18 Maret 2019 yang lalu, 50 wakil rakyat di sana tidak hadir. Hanya 32 anggota DPRD menduduki kursi atau 39 persen dari jumlah yang ada. Absen terparah, meski pada sidang-sidang sebelumnya juga sering hanya 50 persen yang hadir.

Anggota DPRD Lampung memperlihatkan ketidakpeduliannya terhadap amanah yang diberikan kepadanya saat rakyat hendak memilihnya lagi pada 17 April mendatang. Padahal selama lima tahun, dari Tahun 2015, mereka menghabiskan anggaran setidaknya Rp558 miliar: 2015: Rp165.5 Miliar, 206: Rp85 Miliar, Tahun 2017: Rp91,8 Miliar, Tahun 2018: Rp113,6 Miliar, dan rencana Tahun 2019 Rp102 Miliar.

Pada Tahun 2018, di Indonesia, DPRD Lampung masuk urutan ketujuh terbesar memperoleh anggaran:, dimulai dari DKI Jakarta Rp300,435Miliar, Sumut Rp218 Miliar, Jawa Timur, Rp205 Miliar, Sulsel Rp190 miliar, Sumsel R158 Miliar, Jawa Tengah Rp149 Miliar, Lampung Rp113 Miliar.

Dari ketujuh besar provinsi memperoleh kue anggaran terbesar itu, Lampung menduduki peringkat kedua terboros, 3,68 persen atas APBD Pemerintah Provinsi. Berikut jenis belanja DPRD Lampung Tahun 2018:
Fasilitas dan Kunjungan Rp55,43 Miliar
Rapat-rapat Rp12,03 Miliar
Reses Rp11,42 Miliar
Gedung dan Kantor Rp8,46 Miliar
Publikasi Rp6,41 Miliar
Jasa, termasuk Tenaga Ahli Rp6,04 Miliar
Pakaian, Makan, Jamkes Rp4,5 Miliar
Penyusunan Laporan Rp3,46 Miliar
Rumdis dan kendaraan Rp3,32 Miliar
Sosialisasi Perda Rp2,2 Miliar
Fasilitasi Apresiasi Rp281 Juta

Ketua DPRD Lampung Dedi Aprizal mengelak diwawancarai selama 2 bulan terakhir. Lewat telepon, kader PDIP itu pernah mengatakan anggaran tersebut hanya di masa lalu, pada Tahun 2018.

DEDI KAPRIYANTO
Telah dibaca 66 kali
Berita Terkait
Advertisement