Buton Selatan
31-05-2016  14:28
Proyek Jalan Tani Di Busel, DPRD dan Dinas Pertanian Tak Sejalan
Anggota DPRD Busel, Laode Amal
BATAUGA, BP - Terjadi perbedaan persepsi antara anggota DPRD Kabupaten Buton Selatan (Busel) dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan Busel soal proyek jalan tani, yang sedianya akan dibangun menggunakan APBD Busel Tahun 2016 ini.
Anggota DPRD Busel fraksi Hanura, La Ode Amal mengatakan, proyek jalan tani tersebut seyogyanya sudah mulai berjalan dan dibangun di Desa Bangun, namun terkesan dihalang-halangi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Busel, La Ode Hajaruddin.

Kata La Ode Amal, Hajaruddin hendak memindahkan lokasi proyek tersebut ke Desa Wawoangi, sementara sebelumnya telah disepakati sebelumnya dalam rapat kerja pembahasan anggaran Pemerintah Kabupaten Busel, antara eksekutif dan Lembaga Legislatif telah disepakati jalan tani akan dibangun di Desa Bangun.

"Saya sudah koordinasi ke Kabag Pembangunan, kemudian Keuangan dan belum lama ini juga ketemu Pak Pj Bupati, dan semuanya bilang tetap konsisten dengan hasil rapat pembahasan anggaran, jalan tani itu dibangun di Desa Bangun," tapi sampai saat ini tidak ditindak lanjuti oleh Dinas (Dinas Pertanian dan Kehutanan). Saya tidak tau Pak Pj Bupati tau atau tidak ini, atau hanya kenakalan yang dibawah-bawahnya ini," tegasnya.

La Ode Amal menyayangkan sikap Hajaruddin yang terkesan 'nakal', tidak konsisten dengan hasil rapat kerja yang telah menyepakati proyek pembukaan jalan tani di Desa Bangun,"saya sampaikan ke Pak Pj Bupati, Daerah ini sudah mulai tenang, sudah tidak ada lagi keributan, saya tidak mau anda diteriaki lagi dijalan oleh masyarakat gara-gara pekerjaannya anak buah Bapak yang tidak beres," ucap Amal.

Kata Amal lagi, dirinya telah menyampaikan kepada Hajaruddin, agar jangan menghalang-halangi proses sebab itu bisa melanggar aturan, dan sama saja tidak menghargai Pj Bupati yang telah bertanda tangan dalam RAPBD Busel Tahun 2016,"artinya tanda tangan Pj Bupati bersama DPRD yang telah menyetujui jalan tani itu dibangun di Desa Bangun dia mau rubah dengan alasan yang tidak jelas, persoalan nama nomenklatur dan lain sebagainya. Tidak berdasar," tegasnya.

La Ode Amal menilai Hajaruddin sengaja mempersulit keadaan, agar jalan tani tersebut tidak dibangun di Desa Bangun,"kami berbicara aspirasi, bukan merubah nomenklatur, itu kesepakatan kita semua dalam rapat," pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, La Ode Hajaruddin menyebut La Ode Amal hendak mengubah sendiri lokasi pembangunan jalan tani tersebut, Ia membantah bila disebut menghalang-halangi realisasi proyek jalan tani tersebut,"saat ini kita sementara usulkan revisi, dan nanti bisa realisasi di anggaran perubahan. Proyek ini bukan APBD murni melainkan APBD DAK

Hajaruddin memastikan dalam nomenklatur proyek jalan tani tersebut berlokasi di Desa Wawoangi dan Lapandewa, bukan di Desa Bangun,"proyek jalan tani dibangun di Desa Bangun itu hanyalah kemauan anggota DPRD Busel saja, dan dirubah sendiri di Keuangan. Justru itu anggota Dewan ini dia mainkan saya, dirubah tanpa sepengetahuan saya, dia tidak mau mengerti juga itu Pak Amal itu," kata dia.

Hajaruddin menyebutkan, anggaran proyek jalan tani tersebut awalnya sekitar Rp 760juta, namun oleh Pemerintah Pusat, dilakukan pengurangan 10 persen untuk DAK seluruh Indonesia. (**)



Peliput : LM Irfan Mihzan
Telah dibaca 663 kali
Berita Terkait
Advertisement